Calon jamaah dari Poris Plawad Indah dan Paninggilan yang mencari tahu vaksin yang dibutuhkan untuk umrah biasanya butuh satu gambaran utuh: vaksin apa yang wajib, berapa dosisnya, dan berapa lama sebelum keberangkatan harus sudah diselesaikan. Klinik Vaksin Kokits Medika di Jl. Raya Mauk No. 65 Karawaci, Kota Tangerang melayani vaksinasi umrah lengkap — mulai dari vaksin meningitis ACWY, vaksin polio, hingga penerbitan ICV/E-ICV sebagai sertifikat vaksinasi internasional. Calon jamaah bisa menyelesaikan seluruh vaksin yang dibutuhkan untuk umrah dalam satu kunjungan tanpa perlu berpindah tempat.
Artikel ini menyusun kebutuhan vaksin umrah secara bertahap: jenis vaksin dan dosisnya, dokumen yang diterbitkan setelah vaksinasi, kapan waktu ideal mengurusnya, dan bagaimana prosedur di klinik untuk warga Poris Plawad maupun Paninggilan dan sekitarnya. Setiap jamaah dewasa perlu paham vaksin meningitis dosis umrah yang tepat supaya sertifikat vaksin meningitis untuk umrah yang diterbitkan sah secara internasional.
Daftar Isi
- Jenis Vaksin yang Wajib untuk Keberangkatan Umrah
- Berapa Dosis Vaksin Meningitis yang Diwajibkan?
- Dari Vaksinasi ke Sertifikat: Cara Mendapatkan ICV/E-ICV
- Tabel Perbandingan Vaksin Umrah: Jenis, Dosis, dan Waktu
- Waktu Ideal Vaksinasi Sebelum Keberangkatan
- Prosedur Vaksinasi di Klinik untuk Warga Poris Plawad dan Paninggilan

Jenis Vaksin yang Wajib untuk Keberangkatan Umrah
Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Kesehatan (Kementerian Kesehatan Arab Saudi melalui Kemenkes RI) menetapkan dua vaksin utama yang wajib dipenuhi oleh setiap jamaah umrah sebelum masuk wilayah Arab Saudi: vaksin meningitis (ACWY) dan vaksin polio. Ketentuan ini berlaku untuk semua jamaah dari seluruh negara, termasuk Indonesia.
Vaksin meningitis ACWY diberikan untuk melindungi jamaah dari penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis serogrup A, C, W, dan Y. Penyakit ini menular lewat saluran napas dan bisa menyebar cepat di tempat ramai seperti area tawaf dan lokasi ziarah. Vaksin yang dibutuhkan untuk umrah yang pertama dan utama adalah meningitis ACWY — tanpanya, jamaah belum bisa mendapatkan sertifikat vaksinasi internasional (ICV/E-ICV).
Vaksin polio diberikan sebagai syarat tambahan karena Indonesia masih masuk dalam daftar negara dengan risiko penularan polio. Kedua vaksin ini bisa diselesaikan dalam satu kunjungan ke klinik vaksin umrah, termasuk di Klinik Vaksin Kokits Medika.
Berapa Dosis Vaksin Meningitis yang Diwajibkan?
Vaksin meningitis dosis umrah untuk jamaah usia dewasa adalah 1 dosis vaksin meningitis ACWY (konjugat atau polisakarida). Vaksin ini diberikan secara suntikan di lengan atas (deltoid). Satu dosis sudah dianggap cukup untuk memenuhi syarat keberangkatan, asalkan diberikan dalam jangka waktu yang ditentukan oleh otoritas Arab Saudi.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi mensyaratkan vaksin meningitis diberikan paling lambat 10 hari sebelum kedatangan di wilayah Arab Saudi. Masa perlindungan vaksin meningitis ACWY umumnya bertahan 3 sampai 5 tahun, tergantung jenis vaksin yang digunakan. Jamaah yang sudah pernah vaksinasi lebih dari 5 tahun lalu dan akan berangkat umrah kembali perlu mengulang vaksinasi.
Untuk vaksin polio, dosis yang diberikan adalah 1 dosis vaksin polio oral (bOPV) atau inaktivasi (IPV), tergantung ketersediaan di klinik. Vaksin polio bisa diberikan bersamaan dengan vaksin meningitis dalam satu kunjungan. Waktu pemberiannya mengikuti jadwal yang sama dengan vaksin meningitis untuk keperluan umrah.

Dari Vaksinasi ke Sertifikat: Cara Mendapatkan ICV/E-ICV
Setelah menerima vaksin meningitis ACWY, jamaah berhak mendapatkan sertifikat vaksin meningitis untuk umrah yang dikenal sebagai ICV (International Certificate of Vaccination) atau E-ICV (versi elektronik). Dokumen ini diterbitkan oleh klinik vaksin yang terdaftar di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat.
Sertifikat ICV/E-ICV memuat data pribadi jamaah, jenis vaksin yang diterima, tanggal vaksinasi, nomor batch vaksin, tanda tangan dokter, dan stempel resmi klinik. Sertifikat inilah yang akan diperiksa oleh petugas imigrasi Arab Saudi saat jamaah tiba di bandara. E-ICV disimpan dalam format digital yang bisa ditunjukkan lewat ponsel, sedangkan ICV berupa buku kuning (kartu vaksinasi internasional) yang dibawa langsung.
Di Klinik Vaksin Kokits Medika, ICV/E-ICV diterbitkan segera setelah vaksinasi selesai, biasanya dalam waktu 15 sampai 30 menit setelah penyuntikan. Jamaah tidak perlu kembali ke klinik lain untuk mengambil sertifikat — semuanya selesai dalam satu kunjungan. Proses ini berlaku untuk calon jamaah dari Poris Plawad Indah, Paninggilan, maupun wilayah lain di Kota Tangerang dan sekitarnya.
Tabel Perbandingan Vaksin Umrah: Jenis, Dosis, dan Waktu
| Jenis Vaksin | Dosis | Pemberian | Batas Waktu Sebelum Berangkat | Masa Berlaku |
|---|---|---|---|---|
| Meningitis ACWY (konjugat) | 1 dosis (0,5 ml) | Suntikan deltoid | Minimal 10 hari | 3–5 tahun |
| Meningitis ACWY (polisakarida) | 1 dosis (0,5 ml) | Suntikan deltoid | Minimal 10 hari | 3 tahun |
| Polio oral (bOPV) | 2 tetes | Oral (tetes) | Minimal 10 hari | Satu musim umrah |
| Polio IPV | 1 dosis (0,5 ml) | Suntikan | Minimal 10 hari | Satu musim umrah |

Waktu Ideal Vaksinasi Sebelum Keberangkatan
Calon jamaah umrah dari Poris Plawad Indah dan Paninggilan disarankan menyelesaikan vaksinasi umrah 2 sampai 4 minggu sebelum jadwal keberangkatan. Waktu ini bukan hanya memenuhi batas minimal 10 hari, tetapi juga memberi jeda bagi tubuh untuk membentuk antibodi secara optimal setelah vaksinasi.
Vaksin meningitis ACWY mencapai kekebalan puncak sekitar 7 sampai 14 hari setelah suntikan. Kalau vaksinasi dilakukan mepet di hari ke-10, antibodi mungkin belum terbentuk sempurna saat jamaah tiba di Arab Saudi. Idealnya jamaah divaksin 3 minggu sebelum keberangkatan supaya waktu persiapan dokumen perjalanan lain juga tidak berbenturan.
Klinik Vaksin Kokits Medika melayani vaksinasi setiap hari dari pukul 08.00 sampai 20.00 WIB, termasuk akhir pekan. Satu kunjungan vaksinasi memakan waktu sekitar 20 sampai 40 menit dari pendaftaran sampai penerbitan ICV.
Prosedur Vaksinasi di Klinik untuk Warga Poris Plawad dan Paninggilan
Calon jamaah dari Poris Plawad Indah dan Paninggilan bisa datang langsung ke Klinik Vaksin Kokits Medika tanpa perlu janji (walk in). Begitu tiba di klinik, petugas pendaftaran akan meminta kartu identitas (KTP) dan buku perjalanan umrah bila sudah ada. Petugas lalu mencatat data jamaah ke dalam sistem KKP dan menyiapkan vaksin sesuai ketentuan. Dokter atau perawat akan melakukan anamnesis singkat — menanyakan riwayat alergi, penyakit penyerta, dan vaksin sebelumnya — sebelum penyuntikan.
Setelah disuntik, jamaah diminta menunggu 15 sampai 30 menit di ruang observasi. Ini prosedur standar untuk memantau reaksi alergi yang mungkin timbul setelah vaksinasi. Sembari menunggu, petugas menyiapkan ICV atau E-ICV. Saat sertifikat sudah siap, petugas memanggil dan menyerahkan dokumen plus menjelaskan cara menyimpannya selama perjalanan. Calon jamaah dari Poris Plawad Indah dan Paninggilan bisa pulang setelah semua dokumen diterima — total satu kunjungan selesai tanpa perlu bolak-balik. Untuk informasi lebih lanjut tentang prosedur dan jadwal, kunjungi halaman layanan BPJS atau hubungi langsung kontak klinik.
Calon jamaah yang mencari klinik vaksin umrah di Kota Tangerang tidak perlu bingung: Klinik Vaksin Kokits Medika di Jl. Raya Mauk No. 65 Karawaci melayani vaksin meningitis ACWY, polio, dan penerbitan ICV/E-ICV setiap hari 08.00–20.00 WIB. Cara daftar vaksin umrah-nya mudah — cukup hubungi WhatsApp CS 0811 9706 761, tim kami bantu atur jadwalnya. Warga Poris Plawad Indah dan Paninggilan yang ingin vaksinasi cukup datang langsung atau hubungi lebih dulu lewat WhatsApp, dan petugas akan mengarahkan jadwal serta dokumen yang perlu dibawa.
Pertanyaan Seputar Vaksin yang Dibutuhkan untuk Umrah
Apa saja vaksin yang wajib untuk umrah saat ini?
Dua vaksin yang wajib menurut ketentuan otoritas Arab Saudi: vaksin meningitis ACWY (satu dosis) dan vaksin polio (satu dosis oral atau suntik). Keduanya bisa diselesaikan dalam satu kunjungan ke klinik vaksin umrah.
Berapa dosis vaksin meningitis yang diperlukan untuk umrah?
Jamaah dewasa cukup menerima 1 dosis vaksin meningitis ACWY dengan dosis 0,5 ml melalui suntikan di lengan atas. Satu dosis sudah memenuhi syarat keberangkatan asalkan diberikan minimal 10 hari sebelum tiba di Arab Saudi.
Bagaimana cara daftar vaksin umrah di Kokits Medika?
Hubungi WhatsApp CS 0811 9706 761 atau datang langsung ke Klinik Vaksin Kokits Medika, Jl. Raya Mauk No. 65 Karawaci, Kota Tangerang (buka setiap hari 08.00–20.00 WIB). Petugas akan membantu pendaftaran, jadwal, dan penerbitan ICV/E-ICV untuk keberangkatan umrah.
Apakah vaksin polio juga wajib untuk jamaah umrah dewasa?
Ya, vaksin polio tetap diwajibkan untuk jamaah dewasa dari Indonesia. Pemberiannya bisa bersamaan dengan vaksin meningitis dalam kunjungan yang sama. Klinik akan menyesuaikan jenis vaksin polio yang tersedia (oral atau suntik).
Apakah sertifikat ICV langsung terbit setelah vaksinasi?
Ya, ICV atau E-ICV diterbitkan segera setelah vaksinasi selesai, biasanya dalam 15–30 menit setelah penyuntikan. Sertifikat vaksin meningitis untuk umrah ini wajib dibawa jamaah saat keberangkatan dan akan diperiksa oleh petugas imigrasi Arab Saudi.

